Banyak hal yang sebenarnya terlewatkan olehku menjelang proses kelahiran anak pertamaku ini. Satu-satunya ilmu yang kupunya hanyalah mendengarkan dokter berbicara tentang hasil USG, memberikan pertanyaan-pertanyaan yang telah ditulis oleh istriku @dinalutfia, nebus obat di apotek dan membayar di kasir #quiteDepthIsn’t?
Bagaimana detail dari cara memilih dokter, rumah sakit, dia pro kelahiran normal ato endak dan lain-lain, sudah di handle oleh istriku #Jiaah..GuaNgapainYak? Tidaklah salah bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. I’ve learned a lot from my wife during the time. Seperti quote dari @ID_AyahASI di buku #catatanAyahASI -nya “Kami bukan expert, tapi kami hanya berbagi” .. Yup memang benar, newly daddy satu ini dari sisi ilmu dijamin masih dangkal klo hal beginian, tapi pengin sharing saja buat calon-calon bapak (maupun calon ibu) tentang apa yang kualami, kupelajari, kudengar, kulihat dan kuanalisa selama proses kehamilan istriku dari trimester 1 sampai trimester 3 serta mitos-mitos yang berkembang selama kehamilan.
Trimester I
Senang, lega bercampur deg-degan ketika pas hari itu 22/11/2011:15.09 UTC+7, ketika istri mengirimkan foto testpack dengan 2 strip merah kehitaman didalamnya via bbm. Wait a sec, sebelum ada USG ato statement dari dokter kandungan aku belum mau senang terlalu awal. Akhirnya dimulailah waktu itu hunting dokter dengan kriteria dekat dengan tempat tinggal kami, senior, berkualitas dengan harga yang make sense serta pro normal (gender is not a matter for us). Setelah browsing sana-sini, berkunjung di forum dan media sosial serta meminta review temen-temen, akhirnya terpilihlah dr. Fakhrudin yang salah satunya berpraktek di RSB Duren Tiga. Ketika itu @HananiaNyala, putri kami masih berupa segumpal darah. Dan akhirnya dimulailah perjalanan kami menyambut anak pertama kami.. Selama hampir 3 pertemuan, kami memakai jasa dr. Fakhrudin..kesan yang kami dapat engg..dia agak irit ngasih tips, kita musti nge gali sendiri dengan menanyakan beberapa pertanyaan. Read the rest of this entry »








Pukul 05.46 kami berangkat dari Zoomstraat menuju ke stasiun Arnhem Presikhaaf. Walhasil, kereta yang membawa kami ke Enschede mengalami delay 3 menit dan berimbas pada molornya jadwal kedatangan di Enschede. Rencana awal kami untuk berangkat ke Dortmund pada pukul 7.56 molor 1 jam menjadi 08.56.