RSS
 

[part 1] Mumbai’s Story

17 Jan

Akhirnya pada hari Kamis, 14 Januari 2010, notification letter dari Indian Embassy diumumkan, dan hasilnya saya musti berangkat ke India pada tanggal 17 Januari 2010. Kelimpungan ga ketulungan, cos hanya punya waktu 1 setengah hari mengurus visa dan dokumen-dokumen lainnya. Untungnya, pada hari Kamis, pasport ku jadi. Tapi masalah masih banyak disana, muter-muter buat ndapetin surat jalan dari setneg dan deplu dibantu Pak Nung dari Biro Hukum dan KLN. Saya konsen buat ndapetin visa dari Indian Embassy, sedangkan urusan ke Setneg dan Official Paspor dari Deplu kuserahkan pada beliau.

Jumat (15/1), saya berangkat menuju Indian Embassy di Kawasan Sudirman untuk menyerahkan dokumen untuk mengurus visa. Sore harinya, saya bertemu Mr. AS. Takhi untuk briefing terakhir , mengambil visa serta round trip ticket Jakarta-Mumbai. Untuk hari itu Jakarta tidak diguyur hujan dan semua urusan bisa terselesaikan.Alhamdulillah                             …………………….. 

Sabtu (16/1), hari terakhir sebelum keberangkatan, kuhabiskan waktu dengan tunanganku, all day long, cos bakalan berpisah 1 bulan huhuhuhu.

Minggu (17/1) pukul 09.00, Mas Heru menjemputku dengan taxi bluebirdnya. Jakarta cukup lengang hari itu dengan mendung mengelantung di langitnya. Kami pun sampai di terminal 2D Bandara Soetta. Setelah mendapat seabreg wejangan dari kekasih tercintah :P , kami pun berpisah cos boarding time sudah dekat. Pukul 13.00, Thai Airways yang membawaku ke Bangkok pun mengudara. Penerbangan ke Mumbai ini memang di set untuk transit di Bangkok dulu untuk kemudian melanjutkan lagi dengan pesawat lain.

Pukul 16.00, akhirnya Thai landing di Suvarnabhumi International Airport, Bangkok. Hmm, bandara ini jauh lebih luas dibanding Soetta. Praying room dan smoking area, dua tempat yg menjadi tujuanku ketika menjejakkan kaki di bandara tersebut. Setelah check in ulang, akhirnya di lantai 2 setelah pintu masuk gate 2E dan pemeriksaan (my adidas perfume has been taken by Thai Imigration L ) saya menemukan praying room yang cukup luas. It says “Moslem Praying Room”, alhamdulillah ga ketinggalan waktu sholat Ashar. Next most wanted place is smoking room..hehehe kudapatkan juga di bandara ini dan dekat dengan gate keberangkatan ke Mumbai pula. Disela-sela ritual merokok, ketemu dengan rombongan dari Indonesia. Mereka berasal dari Kalimantan dan bekerja di kilang minyak lepas minyak di Mumbai.Ada sekitar 7 orang yang rutin bolak-balik Jakarta – Mumbai setiap 3 bulan sekali untuk bekerja.

Pukul 18.00, Thai Airways yang membawaku dari Bangkok ke Mumbai pun take off. Banyak hal yang menjadi pengamatanku selama menggunakan maskapai ini.

1. Maskapai ini memperbolehkan alkohol di dalam pesawat terbukti dari para pramugari yang menawarkan minuman sejenis beer, martel, martini, vodka dsb.. hmm orange juice please :P

2. Rumor pramugari di Thai Airways yang cakep-cakep ternyata terbantahkan, ga ada yg cute, charm dsb. Masih cakepan pramugari2 Indonesia

3. Selama perjalanan, ,mereka memutarkan box office movie, walhasil, waktu dihabiskan dengan menonton film-film tersebut. iPod ku jadi nganggur untuk sementara waktu :D

Pukul 11.00 waktu GMT+5,5, pesawat landing di Bandara Chatrapati Shivaji di Mumbai. Alhamdulillah proses di Imigrasi lancar.. di luar, sudah ada 3 orang India yang membawa plang bertuliskan Helmi Fajar (Indonesia), alhamdulillah udah dijemput ternyata..goes menuju hotel and tidur…good night everybody

 

Leave a Reply

 
 
  1. nurrahman

    January 27, 2010 at 4:35 pm

    wah keren tenan koncoku iki, menyang LN, heheh, penake…makmur gan :D

     
  2. admin

    January 27, 2010 at 10:30 pm

    iyo ki bro alhamdulillah ono kesempatan. amin amin amin

     
  3. irma andriani

    January 28, 2010 at 3:11 pm

    asik yo and..jd pengen…ak tak jd tkw wae po yo..hahaha

     
  4. midjin purba

    February 9, 2010 at 1:17 pm

    hai, mas penggemar traveling ya, seneng juga sey semoga ada kesempatan. mas numpang htmlku yah

     
  5. re_bound

    March 1, 2010 at 3:46 pm

    Abeh..

    setelah membaca ceritamu ini, aku kok serasa ngikut kamu pergi kesana ya.. hmm nice story bro..
    Apalagi yang pake english.. hmm ur english improved so fast..ckckckc…

    keep up ur good work friend..

    *dari penggemar blogmu.. waks…hoeks..

     
  6. admin

    March 1, 2010 at 8:04 pm

    waks, bukannya kemaren ikut yak?pye to iki mas ambon

    alamakk,pengemar, padahal berharap penggemar nya cewek lohh :P

    gimana miss universenya?mantap to?asyik to?enak to?daripada kamu nonton di busway, diantemi orang satu bus, kesasar to,,,ta gendong

     
  7. asri

    March 9, 2010 at 2:15 am

    weh si pakde tau2 dah ke luar negri aja, ngapain pakde?
    *ketahuan males baca postingan lainnya*
    pakde ada YM tak? add asri dooonk (d alamat email tu alamat YMku)

    eh, tunangan to pakde? terus kapan nikahe? :mrgreen:

     
  8. Long Way Trip to Arnhem – Netherlands « Helmi's Journals and Adventures

    October 10, 2010 at 10:28 pm

    [...] ke pesawat GI, hampir beda dengan Thai Airways yang pernah kutumpangi dari Jakarta-Mumbai . Di tiap muka tempat duduk terdapat televisi berukuran kurang lebih <7inch dengan berbagai [...]

     
 

Switch to our mobile site