RSS
 

Toraja Adventure : Part 2 – Amazing Culture

28 Jul

Akhirnya rilis juga part 2 nya setelah perjuangan yang melelahkan heuehuhue..buat yang belum baca part 1 nya, bole di cek disini mas broh.

Berbicara tentang Toraja, sepertinya tidak akan lepas dari bentuk khas rumah dan bangunan disini yang disebut Tongkonan. Ada beberapa jenis Tongkonan berdasarkan kegunaannya. Berdasarkan narasumber yang menemani saya selama di Toraja dan beberapa bentuk Tongkonan yang saya temui, ada 2 (dua) fungsi lain Tongkonan selain untuk tempat tinggal. Bentuknya tentunya lebih kecil dibandingkan Tongkonan yang digunakan untuk tempat tinggal. Fungsi tersebut yaitu :

  1. Sebagai lumbung padi : mempunyai bentuk tiang penyangga kotak.
  2. Sebagai tempat menyimpan mayat : memiliki bentuk tiang penyangga berbentuk bulat.

Rumah adat Toraja – Lokasi : Kete Kesu

Selain bangunan, yang tidak kalah terkenal di Toraja yaitu pesta pemakaman Rambu Solo. Konon,  budget penyelenggaraannya mencapai milyaran rupiah. Saya coba bertanya ke penduduk setempat, apa yang membuat budgetnya bisa sebesar itu?ternyata jawabannya ada di hewan hitam bertanduk yang bernama kerbau. Untuk menyelenggarakan adat pemakaman, pihak keluarga harus menyiapkan minimal 40 ekor kerbau dan minimal 1 kerbau harus berjenis kerbau bule. Harga kerbau bule di Toraja berkisar di Rp. 500 juta, dari situ aja udah langsung keliatan budget nya hehehe. Belom ditambah 40 kerbau yang harganya sekitar Rp. 20 juta per ekor. Masuk akal juga kalo ternyata budgetnya sampai milyaran.

Kerbau bule dalam proses Rambu Solo

Prosesi dimulai dengan proses mengarak jenazah menuju tongkonan. Disinilah terlihat local wisdom penduduk Toraja, ‘keranda’ mayat diarak rame-rame oleh penduduk desa terutama para prianya dengan diiringi sukacita. Disisi lain, pihak keluarga sudah menunggu jenazah di dekat Tongkonan tempat jenazah tersebut akan bersemayam. Bersamaan dengan proses mengarak jenazah, kerbau-kerbau yang akan disembelih juga mulai memasuki lapangan tempat penyembelihan sebagai salah satu syarat prosesi adat ini.

Proses mengarak jenazah menuju Tongkonan

Prosesi mengarak jenazah dalam rangkaian Rambu Solo
Keluarga menunggu jenazah yang sedang diarak menuju Tongkonan
Keluarga menunggu jenazah yang sedang diarak menuju Tongkonan

Langkah selanjutnya yaitu meletakkan jenazah ke Tongkonan. Tongkonan untuk jenazah yang saya temui ini cukup tinggi. Dalam kepercayaan Suku Toraja, semakin tinggi jenazah diletakkan, maka rohnya juga akan semakin cepat sampai ke nirwana, Terhitung ada 10 anak tangga menuju Tongkonan yang terbuat dari rangkaian bambu dengan kecuraman sekitar 45 derajat.

Tangga menuju Tongkonan

Sementara para penduduk desa pria berusaha menaikkan jenazah ke Tongkonan, anak-anak dan wanita serta senior citizen berkumpul di bale-bale di sekitar Tongkonan, Mereka berkumpul dan menikmati suguhan makanan yang telah disediakan.

Tokoh adat setempat memberikan sambutan setelah jenazah disemayamkan
Tokoh adat setempat memberikan sambutan setelah jenazah disemayamkan

Prosesi pamungkas dan yang paling ditunggu-tunggu terutama oleh para pria yaitu ma’ pasilaga tedong alias adu kerbau. Yup, adu kerbau dengan otot dan ukuran kerbau yang besar, semakin menarik karena ternyata juga ada proses taruhan didalamnya. Bandar-bandar bersliweran untuk menarik taruhan dari para penonton. Yang saya tidak habis pikir, bandar-bandar tersebut sama sekali tidak mencatat si A kasih uang berapa untuk kerbau mana  dan seterusnya, anehnya tidak pernah ada perselisihan setelah itu. Saya coba menarik kesimpulan bahwa bandar-bandar ini memiliki ingatan yang luar biasa kuat. Mantabhh!

Kerbau diarahkan oleh empunya untuk bersiap-siap diadu
Kerbau diarahkan oleh empunya untuk bersiap-siap diadu

BUMMMM!!
BUMMMM!!

Satu kerbau pun tumbang
Satu kerbau pun tumbang

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

 
 
  1. sonz

    July 28, 2017 at 2:37 pm

    Luar biasa sekali saudara

     
  2. agung

    July 29, 2017 at 9:11 pm

    Kerbau di foto terakhir, yang satu terlentang yang satu menunduk… kok kaya adegan… Ah sudah lah…

     
 

Switch to our mobile site