RSS
 

Archive for the ‘Love and Life’ Category

Toraja Adventure : Part 2 – Amazing Culture

28 Jul

Akhirnya rilis juga part 2 nya setelah perjuangan yang melelahkan heuehuhue..buat yang belum baca part 1 nya, bole di cek disini mas broh.

Berbicara tentang Toraja, sepertinya tidak akan lepas dari bentuk khas rumah dan bangunan disini yang disebut Tongkonan. Ada beberapa jenis Tongkonan berdasarkan kegunaannya. Berdasarkan narasumber yang menemani saya selama di Toraja dan beberapa bentuk Tongkonan yang saya temui, ada 2 (dua) fungsi lain Tongkonan selain untuk tempat tinggal. Bentuknya tentunya lebih kecil dibandingkan Tongkonan yang digunakan untuk tempat tinggal. Fungsi tersebut yaitu :

  1. Sebagai lumbung padi : mempunyai bentuk tiang penyangga kotak.
  2. Sebagai tempat menyimpan mayat : memiliki bentuk tiang penyangga berbentuk bulat.

Rumah adat Toraja – Lokasi : Kete Kesu

Selain bangunan, yang tidak kalah terkenal di Toraja yaitu pesta pemakaman Rambu Solo. Konon,  budget penyelenggaraannya mencapai milyaran rupiah. Saya coba bertanya ke penduduk setempat, apa yang membuat budgetnya bisa sebesar itu?ternyata jawabannya ada di hewan hitam bertanduk yang bernama kerbau. Untuk menyelenggarakan adat pemakaman, pihak keluarga harus menyiapkan minimal 40 ekor kerbau dan minimal 1 kerbau harus berjenis kerbau bule. Harga kerbau bule di Toraja berkisar di Rp. 500 juta, dari situ aja udah langsung keliatan budget nya hehehe. Belom ditambah 40 kerbau yang harganya sekitar Rp. 20 juta per ekor. Masuk akal juga kalo ternyata budgetnya sampai milyaran.

Kerbau bule dalam proses Rambu Solo

Prosesi dimulai dengan proses mengarak jenazah menuju tongkonan. Disinilah terlihat local wisdom penduduk Toraja, ‘keranda’ mayat diarak rame-rame oleh penduduk desa terutama para prianya dengan diiringi sukacita. Disisi lain, pihak keluarga sudah menunggu jenazah di dekat Tongkonan tempat jenazah tersebut akan bersemayam. Bersamaan dengan proses mengarak jenazah, kerbau-kerbau yang akan disembelih juga mulai memasuki lapangan tempat penyembelihan sebagai salah satu syarat prosesi adat ini.

Proses mengarak jenazah menuju Tongkonan

Prosesi mengarak jenazah dalam rangkaian Rambu Solo
Keluarga menunggu jenazah yang sedang diarak menuju Tongkonan
Keluarga menunggu jenazah yang sedang diarak menuju Tongkonan

Langkah selanjutnya yaitu meletakkan jenazah ke Tongkonan. Tongkonan untuk jenazah yang saya temui ini cukup tinggi. Dalam kepercayaan Suku Toraja, semakin tinggi jenazah diletakkan, maka rohnya juga akan semakin cepat sampai ke nirwana, Terhitung ada 10 anak tangga menuju Tongkonan yang terbuat dari rangkaian bambu dengan kecuraman sekitar 45 derajat.

Tangga menuju Tongkonan

Sementara para penduduk desa pria berusaha menaikkan jenazah ke Tongkonan, anak-anak dan wanita serta senior citizen berkumpul di bale-bale di sekitar Tongkonan, Mereka berkumpul dan menikmati suguhan makanan yang telah disediakan.

Tokoh adat setempat memberikan sambutan setelah jenazah disemayamkan
Tokoh adat setempat memberikan sambutan setelah jenazah disemayamkan

Prosesi pamungkas dan yang paling ditunggu-tunggu terutama oleh para pria yaitu ma’ pasilaga tedong alias adu kerbau. Yup, adu kerbau dengan otot dan ukuran kerbau yang besar, semakin menarik karena ternyata juga ada proses taruhan didalamnya. Bandar-bandar bersliweran untuk menarik taruhan dari para penonton. Yang saya tidak habis pikir, bandar-bandar tersebut sama sekali tidak mencatat si A kasih uang berapa untuk kerbau mana  dan seterusnya, anehnya tidak pernah ada perselisihan setelah itu. Saya coba menarik kesimpulan bahwa bandar-bandar ini memiliki ingatan yang luar biasa kuat. Mantabhh!

Kerbau diarahkan oleh empunya untuk bersiap-siap diadu
Kerbau diarahkan oleh empunya untuk bersiap-siap diadu

BUMMMM!!
BUMMMM!!

Satu kerbau pun tumbang
Satu kerbau pun tumbang

 

Toraja Adventure : Part 1 – The Journey

23 Jul

Alhamdulillah minggu kemarin diberikan kesempatan untuk berkunjung ke Toraja di Sulawesi Selatan. Jadi gatel rasanya pengin nge share trip kali ini, cuman bingung karena banyak hal mengesankan yang harus ditulis.Klo mo pake platform medsos 140 karakter, musti di split jadi kultwit, akhirnya kepikiran untuk memberdayakan blogs yang sempat vakum setelah sekian lama (kibas kibas debu).

Honestly, ini bukan private trip yak, kebetulan minister tempatku nyangkul ada kunjungan ke Toraja, jadi deh skalian tugas negara disisipin ma dokumentasi pribadi (ato malah kebalik -_-).

Tujuan utama trip kali ini yaitu ke daerah di Kabupaten Toraja Utara (https://goo.gl/maps/VsM39xZbTYC2) yang bernama Kete Kesu. Kete Kesu  merupakan desa wisata yang terkenal karena adat dan kehidupan masyarakatnya. Di desa ini, terdapat pula peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun. Dalam perjalanannya, kami singgah di beberapa spot wisata dengan pemandangan luar biasa sepanjang rute perjalanan kami.

Saya dan rombongan berangkat dari Jakarta menuju Ujung Pandang menggunakan @IndonesiaGaruda flight Sabtu(15/7) pukul 23.45 WIB. Terus terang, ini pengalaman pertama saya terbang dengan jadwal semalam itu. Yup, untuk seseorang yang tidak biasa begadang seperti saya, perlu effort ekstra untuk menjaga mata tetap terjaga. Alhamdulillah kami tiba di Ujung Pandang pada pukul 03.10 WITA. Diluar bandara, mobil-mobil yang akan membawa kami menuju Toraja Utara sudah bersiap. Kamipun bergegas untuk segera melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.

Trio Kijang Hitam yang mengantar perjalanan kami

Sampai di Kabupaten Enrekang

Jalur darat dari Ujung Pandang menuju Toraja Utara berjarak sekitar 380 km. Berdasarkan perhitungan google maps, diperlukan waktu sekitar 8 jam perjalanan. Kami melewati beberapa daerah yaitu Maros, Pangkep, Barru, Pare Pare, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja sampai akhirnya kami sampai ketujuan kami di Kabupaten Toraja Utara. Landscape selama perjalanan, dari Ujung Pandang sampai Pare-Pare, didominasi oleh laut. Menyusuri jalan ini, sangat mirip dengan jalur pantura di Jawa. Jalan raya dengan jalur ganda serta pemandangan pantai bener-bener ‘pantura’ banget. Semua berubah ketika dunia api menyerang sampai Kabupaten Pinrang, landscape persawahan kemudian segera berubah menjadi pegunungan dengan jalan yang berkelak kelok dan menanjak.

Salah satu sudut tikungan tajam di Kabupaten Enrekang

Sampai di Kabupaten Enrekang, ada spot wajib buat traveler yang mengambil jalan darat dari Makassar ke Toraja, yaitu Gunung Nona atau dalam bahasa makassar lebih terkenal dengan nama Botto Kabobong. Artinya googling aja yak mas bro, ga berani ane heuehe ???? .Spot dengan view pegunungan ala nona ini juga dikemas sebagai rest area. Sambil menikmati pemandangan gunung, kita juga bisa sambal ngopi ngopi cantik disini.

Background Gunung Nona - See why it's called Gunung Nona?

Susu dan Gunung Nona - Kombinasi tepat bro

Pukul 15.00, kami tiba di Heritage Hotel untuk selanjutnya, kami ke lokasi kunjungan minister untuk persiapan dsb [skip skip].

Welcome to Toraja

The Heritage Hotel

Total 3( tiga) hari kami berputar-putar di Toraja Utara, tibalah saatnya saya kembali ke habitat saya. Berbeda dengan keberangkatan, pulangnya saya dapat sedikit menghemat tenaga karena kebetulan kali ini saya dan rombongan dari Toraja ke Makassar dengan pesawat maskapai Transnusa. Sebenarnya dari Makassar ke Toraja kami sudah diarrange untuk naik pesawat, tapi kebetulan khusus Hari Minggu, maskapai ini ndak ‘narik’ alias no flight jadilah berangkatnya kami touring on road.

Bandara di Toraja terletak di Kabupaten Tana Toraja, sekitar setengah jam perjalanan dari Kabupaten Toraja Utara. Bandara ini bernama Bandar Udara Pongtiku yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan (https://goo.gl/maps/2n6z7eqWUzy). Bandara ini hanya memiliki 1 (satu) runway dengan panjang 1900-2000 meter. Hanya pesawat jenis ATR-72 / setipe kebawah bisa mendarat di bandara ini.

Pesawat Maskapai Transnusa dengan rute Makassar - Toraja PP

Pagi ini, Selasa (18/7) rintik hujan dan awan tebal menemani perjalanan kami ke Bandara Pongtiku, Toraja. Setelah menimbang badan dan proses cek in, kami pun menunggu flight kami yang direncanakan akan terbang pukul 10.45 WITA. Gelisah ketika sampai jam 12.00 pesawat ATR-72 nya Transnusa belum diterbangkan juga dari Makassar, akhirnya kami mendapatkan pengumuman bahwa penerbangan hari ini ke Makassar dibatalkan dikarenakan kondisi cuaca. Memang agak berisiko untuk jenis pesawat ini terbang dengan kondisi cuaca saat ini serta melewati kontur pegunungan tinggi disekitar Toraja. Akhirnya kamipun beranjak putar balik dari bandara untuk melewati jalur darat untuk kedua kalinya .

Berfoto di gerbang Bandara Pongtiku

Terdampar selama 3 (tiga) jam di bandara, kamipun kleleran di Smoking Room bandara..yakk..ini foto smoking roomnya. Lebih elit dibandingkan ruang tunggu reguler nya hehehe

Setelah melewati 8 jam perjalanan yang melelahkan menuju Makassar, pukul 23.45 saya dan rombongan tiba kembali di Makassar. Transit sebentar di Hotel Ibis Budget Bandara Hasanuddin untuk tidur beneran selama 3 jam, Rabu(19/7) pukul 04.00 kami sudah harus check in lagi di bandara untuk terbang ke Jakarta dengan penerbangan @IndonesiaGaruda pukul 06.00.

Gempor??pastinya, cuman terbayar dengan budaya dan adat istiadat yang saya alami serta pemandangan-pemandangan menakjubkan selama perjalanan. Yang tidak kalah penting juga, kesempatan untuk hunting foto gratis sampai ke Tana Toraja. Next post, rentetan foto budaya dan pemandangan Tana Toraja yak bro.

 

[Newly Daddy-Part 1] During 38 Weeks

15 Aug

Banyak hal yang sebenarnya terlewatkan olehku menjelang proses kelahiran anak pertamaku ini.  Satu-satunya ilmu yang kupunya hanyalah mendengarkan dokter berbicara tentang hasil USG, memberikan pertanyaan-pertanyaan yang telah ditulis oleh istriku @dinalutfia, nebus obat di apotek dan membayar di kasir #quiteDepthIsn’t? :P

Bagaimana detail dari cara memilih dokter, rumah sakit, dia pro kelahiran normal ato endak dan lain-lain, sudah di handle oleh istriku #Jiaah..GuaNgapainYak? Tidaklah salah bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. I’ve learned a lot from my wife during the time. Seperti quote dari @ID_AyahASI di buku #catatanAyahASI -nya “Kami bukan expert, tapi kami hanya berbagi” .. Yup memang benar, newly daddy satu ini dari sisi ilmu dijamin masih dangkal klo hal beginian, tapi pengin sharing saja buat calon-calon bapak (maupun calon ibu) tentang apa yang kualami, kupelajari, kudengar, kulihat dan kuanalisa selama proses kehamilan istriku dari trimester 1 sampai trimester 3 serta mitos-mitos yang berkembang selama kehamilan.

Trimester I
Senang, lega bercampur deg-degan ketika pas hari itu 22/11/2011:15.09 UTC+7, ketika istri mengirimkan foto testpack dengan 2 strip merah kehitaman  didalamnya via bbm. Wait a sec, sebelum ada USG ato statement dari dokter kandungan aku belum mau senang terlalu awal. Akhirnya dimulailah waktu itu hunting dokter dengan kriteria dekat dengan tempat tinggal kami, senior, berkualitas dengan harga yang make sense serta pro normal (gender is not a matter for us). Setelah browsing sana-sini, berkunjung di forum dan media sosial serta meminta review temen-temen, akhirnya terpilihlah dr. Fakhrudin yang salah satunya berpraktek di RSB Duren Tiga. Ketika itu @HananiaNyala, putri kami masih berupa segumpal darah. Dan akhirnya dimulailah perjalanan kami menyambut anak pertama kami.. Selama hampir 3 pertemuan, kami memakai jasa dr. Fakhrudin..kesan yang kami dapat engg..dia agak irit ngasih tips, kita musti nge gali sendiri dengan menanyakan beberapa pertanyaan. Read the rest of this entry »

 

Miracle on July

21 Jul

Alhamdulillah,

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Illahi yang telah memberikan nikmat dan anugerah tiada tara kepada saya, istri dan keluarga besar kami. Bulan ini menjadi saat yang paling membahagiakan bagi kami sekeluarga. Yup, pada hari Rabu Pon 18 Juli 2012 pukul 04.18 am bertempat di ruang VK Rumah Sakit Elisabeth Semarang,  telah lahir putri pertama kami sekaligus cucu kedua bagi keluarga Yahya Dihardjo :)

Nikmat tiada tara bagi saya pribadi adalah melihat, merasakan dan terlibat langsung dalam proses kelahiran dan bagaimana perjuangan seorang ibu antara hidup dan mati demi anak tersayangnya #terharu .. Big hug and a lot of thanks for my mom . Berikut rincian perjalanan saya dan perjuangan istri tercinta dalam menjelang detik-detik persalinan putri pertama kami.

Selasa, 17 Juli 2012
Pukul 04.30 am, saya baru saja menginjakkan kaki kembali ke Jakarta setelah menempuh perjalanan kereta dari Semarang. Iseng-iseng mbangunin istri buat ngingetin buat jalan-jalan pagi naik turun gunung (kebetulan rumah mertua hampir nyaris di pucuk gunung). Everthing seems normal and going as usual. Pada pukul 05.30 am, ada panggilan telepon dari istri yang mengabarkan bahwa udah muncul flek. Seketika langsung sibuk cari flight paling pagi dari CKG-SRG. Istripun bersiap-siap untuk memeriksakan ke bidan terdekat.

Read the rest of this entry »

 

[Italiano] Explore Pisa

19 Sep

Tanggal  11 Maret 2011 pagi, kami dan rombongan kaipang dari Arnhem bertolak menuju bandara Eindhoven untuk mengejar penerbangan menuju Pisa. Lumayan pagi juga, kami berangkat lebih awal karena ini pengalaman pertama kami menggunakan penerbangan antar bandara di Eropa. Yup, mengantisipasi segala kemungkinan selama boarding. Dengan bermodalkan verblijf dan visa C punya istri, kami satu persatu berhasil boarding dengan sukses. Hanya beberapa sabun cair dan shampo jg sukses disita pihak bandara kala itu >.<

Jam 9 am, pesawat RyanAir yang kami tumpangi akhirnya take-off jg. Selama penerbangan, pemandangan gunung salju yg membentang dibawah kami, cukup membuat kami takjub. Pukul 10.49, pesawat yg kami tumpangipun landing di Bandara Galilei International Airport di Pisa. Bandaranya tidak terlalu besar, cukup nyaman dan dilengkapi dengan tourism information center. Di bandara ini pula tersedia loket untuk membeli tiket bus yang akan membawa kami ke spot utama yang ingin kami kunjungi, yup, The Tower of Pisa.

Dengan menebus tiket bus yang tak lebih dari € 3 /per orang, kami pun sukses sampai di Tower of Pisa. Ternyata berbeda dengan dugaan saya sebelumnya. Asumsi yang ada dibenak adalah menara ini berada terisolir dengan bangunan lain. Faktanya, ternyata menara ini masih dikelilingi dengan bangunan-bangunan disekitarnya (mungkin terpengaruh foto di buku cetak SD dulu ya T_T ) Read the rest of this entry »

 

Hunimun Part 2 – Paris

23 Jun

The map

Kesampaian juga akhirnya buat menyambangi kota yang katanya romantis. Yup, alhamdulillah dapet kesempatan buat berkunjung ke Paris bareng sama istri. Trip ini sudah direncanakan jauh-jauh hari dengan beberapa pertimbangan, terutama masalah transportnya. Berhubung jarak dari Arnhem ke Paris masih make senses kalo ditempuh lewat jalur darat, maka diputuskan untuk mengambil jalur darat sambil merasakan kereta cepatnya Prancis yg lumayan kesohor karena kenyamanan n kecepatannya. Gayus Gayung pun bersambut, ternyata sedang ada promosi tiket Thalys untuk perjalanan di bulan Mei untuk tiket PP dari Amsterdam Central – Gare du Nord – Amsterdam. Tanpa panjang lebar, akhirnya ketebus juga 2 tiket PP untukku dan istri seharga hampir sama dengan kereta kelas eksekutip Sawunggalih Selatan.

Tanggal 7 Mei 2011, kami berangkat dari Arnhem ke Amsterdam Centraal buat mengejar kereta pukul 19.00. Hari itu cuaca masih cukup dingin dengan sedikit angin dan mendung karena masa transisi dari winter ke spring. Tepat pukul 19.00, kereta berangkat dari Amsterdam menuju Gare du Nord. Kesan pertama di kereta begitu menggoda, interiornya dominan dibalut warna merah beludru dengan kursi empuk nan nyaman..hmm better than ICE train that I’ve used before..

@thalys

Pukul 22.30, Thalys yang kami tumpangi sampai juga di statsiun Paris Gare du Nord. Walaupun terkantuk-kantuk, kami musti bergegas ‘mencari’ hotel tempat kami menginap. Kami menginap di salah satu cabang hotel Etap di daerah Porte de la Chapelle (http://www.etaphotel.com/gb/hotel-5091-etap-hotel-paris-porte-de-la-chapelle/location.shtml) .. tidak terlalu dekat dengan Gare du Nord, kami harus naik metro 1 kali (M12) dan melewati 2 stasiun metro lain. Belum cukup dengan itu, kami pun musti berjalan 15 menit dari stasiun untuk menuju hotel dengan suasana yang hampir mirip2 dengan tanah abang di malam hari >.<

Hari pertama, langsung kebut buat mengunjungi sightseeing di kota ini. Kami membeli one day ticket metro seharga hampir 9 euro untuk mencapai spot-spot yang kami incar. One day ticket ini lumayan hemat, karena kita banyak naik-turun metro, sehingga kalo beli tiket sekali jalan, kenanya bakal lebih mahal.

Read the rest of this entry »

 

Counting Days – Persiapan Keberangkatan ke Netherlands

20 Sep

Fiuh, akhirnya, bentar lagi ane musti 1 taon ninggalin ibu pertiwi. Ninggalin kerjaan, ninggalin istri, ninggalin keluarga dan kolega-kolega tercinta di tanah air. Huks, cuman ya musti gimana, kata temen2 siy demi masa depan :)

Yup, tiket Garuda Indonesia jurusan Jakarta – Amsterdam buat tanggal 26 September malam sudah kukantongi. Semakin mendekati hari H, semakin bingung terkait apa aja yang musti di siapin. Yuk iseng-iseng nge list ulang apa yang udah dilist ma istri ane, sapa tau sambil nulis blog, jadi keingetan apa aja yang kurang.

  1. Visa + Paspor dan dokumen-dokumen lainnya
    Visa or MVV dari kedutaan Belanda sudah semenjak sebelum lebaran menempel erat di service pasportku. Tinggal ntar melapor ulang di sana dan juga bikin residence permit biar diakui sebagai penduduk sanah kali yak. Dokumen kek akta kelahiran wajib hukumnya ane bawa juga, cmn bingung kalau mau translate ke bahasa inggrisnya di Indonesia di mana yak. Read the rest of this entry »
 

Karimunjawa Trip

01 Jul

Hehehehehe, it’s almost 2 weeks since me and my wife took a honeymoon in Karimunjawa, the beautiful archipelago in north of Java Island. I get in to share about our journey just now, because of my activity and soon. So, here we go guys :)

It started from my wife’s resident, in Boja…

Monday, 7th of June 2010

  • 4.30, Mr. Munawar with his taxi took us to the Tanjung Mas Harbour. Arrived at Tanjung Mas Harbour at 05.30. We wait for Kartini Motor Boat that will be took us to the Karimunjawa Island
  • 07.00, We departed from Tanjung Mas to the Jepara Harbour. It was not go directly to the Karimunjawa, because on that schedule, the boat will be transit in Jepara and after that it will be go to Karimunjawa Island.

    @Tanjung Mas, ready to go - destination Jepara

    Transit for a while @ Jepara

    When you want to take a trip to Karimunjawa, I suggest you to confirm about the boat schedule to the ASDP Jepara (hotline : (0291)591048 ) .  There are 2 kinds of boat, Muria and Kartini. Read the rest of this entry »
 

Petualangan Bromo

30 Dec

25 Desember 2008 :

Liburan ini akhirnya kesampaian juga berkunjung ke Bromo. Berangkat dari Rawamangun barengan ma bro’ n sist’ : Vera, Ais, Bobby and Dela. Kita dipaksa untuk bersabar menunggu bus yang akan memboyong kami ke Gresik sebagai meeting point awal kami dengan bro Purta yaitu Kang Fajri ‘Mukidi’ Darmawan and Kang Bowo ‘Kribo’. Dari jadwal keberangkatan kami yaitu pukul 17.00, bus akhirnya datang jam 11 malem, wew, capek nunggu selama hampir 7 jam, sempet makan mpek mpek and shalat Maghrib jamak Isya’, tapi karena emang udah semangat ’45 buat menyambangi Bromo, semua terasa hilang seketika naek ke bus.

@terminal rawamangunBobby Huey
SimbokYayuk AMOY

26 Desember 2008

Bus berangkat, pagi pun menyeruak (halah ga kukuh bahasanya :P ) and ternyata baru sampe Tegal, wahahahah..jus jus jus..bus berjalan melewati pinggir pantai di daerah Rembang mpe Tuban,, lumayan mengusir kebosanan :D dengan nglihat pante ntu.

Kegiatan di Bus : tidor, nyemil,gangguin orang tidor,motoin orang tidor,ngrokok,maen remi, nge gosipin orang (capee dee), curhat session :D

Akhrinya mendekati jam maghrib, kita nyampe di Gresik dengan dijemput Kang Fajri (Wooghh what a long trip, almost 20 hours we are on de bus, dah kapalen ni pantat).. Mandi and ‘medhang’ bentar di rumah doi, akhirnya jam 19.30 kita berangkat menojo Bromo via Tongas. Tapi sebelumnya, mampir dolo ke Sidoarjo buat nyamper Kang Bowo yang ikut serta jugah..Rombongan terdiri dari 2 mobil dengan driver yang mangstap dah, saking hapalnya medan, merem pun nyampe :D

Jam 23.30, kitah nyampe di Cemoro Lawang, terminal terakhir sebelum ke Pananjakan. Semalem begadang, minum kopi, ngrokok buat menunggu mpe jam 04.00 pagi.. Akhirnya ga kuat jugah, tidor bentar buat nyiapin stamina keesokan harinya..ZZzzzz…zzzZZZ….grrookkk grrookkkk…

At View PointAt Cemoro Lawang

27 Desember 2008

Jam 02.30 pagi, rombongan dah bersiyap dengan mantel tebelnya, beterei kamera full, raincoat, head cap, ransum berisi makanan yang kesemuanya menempel di badan para adventurer :D

Jeep pengangkut

Tapi apa dinyana, 2 land cruiser jeep yang akan membawa kami ke view point ternyata terlambat datang.Walhasil kami terkatung-katung mpe jam 04.30 pagi dimana peserta lain dah pada berangkat and situasi post dah mule sepi. Jeep dating .. Brmm brnmmm budhal cak!! pake ngebut jg ga papa, asal jangan nyelonong ke jurang :P …ngebut juga tu jeep dengan medan yang wuahh banget, serem kale pokoknya. Jalan berliku, kanan kiri jurang dengan sudut tanjakan nyampe 45 derajat, pa lagi gelap gulita.. Amateur not allowed driver here, it’s dangerous :D

Nyampe view point, kita hampir terlambat untuk mendapatkan sunrise (hhuhu, bisa nangis batin aku, jauh2 ke bromo ga dapet shoot sunrisenya, fiuhh untung ada pak tukang ojek yang membantu melewati jalan becek – ga pake payung n hujan) …

Matahari menyembul juga akhirnya..Subhanallah, sambil kamera terus menjepret tiap2 warna yang keluar di langit dan juga gunung-gunung yang masih terselimuti awan yang mulai tersinari mentari, tak henti bibir ini takjub dengan mahakaryaNya yang elok ini..Negeri diatas awan, negeri seribu gunung, surga nya potograpi, semua terbuktikan dengan mata kepala sendiri..Subhanallah..

Saking asik nge jepret sambil bolak-balik nge ganti lensa kit, tak sadar tanganku dah berair karena kedinginan..huhuu, males banget pas ngejepret pake sarung tangan, kurang bebas soalnya, jadi ta niatin ga pake sarung tangan aja pas naek. Walhasil,hampir membeku ni tangan kena dingin.

SunriseBromo View

Puas menikmati pemandangan dari view point, sekitar jam 09.00 sehabis makan pop Mie diatas, kitah turun lagi menojo ke kawah Bromonya. Dengan menggunakan Jeep Land Rover, rombongan turun gunung, melintasi gurun berpasir. Ditengah jalan, lagi-lagi nemu spot bagus buat shoot. Mobil pun berhenti. Kali ini, bareng ma Kang Fajri, duel foto pakek objek dengan menggunakan model catutan :P yang kebetulan semobil ma kitah.. Simbok Vera and Dela ‘Yayuk’ nurut aja pas kita suruh buat bergaya and berlenggok kanan kiri and jempalik jungkir cem model beneran gitu (suruh nyebur ke jurang jangan2 juga mau..hihihhiii).

SulioetoSimbok

Puas menikmati spot tadi, lanjot ke kawah. Kita menyewa kuda kali ini buat nyampe ke kawahnya. Wuihh gaya, kudanya pada punya kartu nama dengan nama yang keren-keren, kartu nama ntu dipake cem kartu parkirnya doi kali yak. Bergaya bentar ala The Young Guns hehehe ..

Naek ke atas kawah melewati anak tangga dengan kemiringan yang lumayan nge buat paru-paru kembang kempis, akhirna nyampe juga ke kawahnya dengan disambut bau belerang yang nge buat tenggorokan sesak. Hunting beberapa objek bagus disinih mpe puas and neg dengan bau belerang tentunya :P

Young GunsMe and horse

Perjalanan dilanjotkan menojo Savana.. Setelah melewati gurun pasir yang lumayan panjang, rombongan akhirnya nyampe juga ke Savana dengan hamparan hijau merona..Ga kalah ma pemandangan di view point tadi. Latar hijaunya yang tajam, bener2 elok buat dijadikan background objek-objek. Tak menyia-nyiakan kesempatan, akhirnya foto-foto (gilak mode ON) pun dimulai..

Team BromoTeam BromoTeam BRomo GilakTeam Bromo Gilak

Capek, sekitar jam 11 an kita balik menojo cemoro lawang.. weew, cuacanya bener2 ekstrim di siang hari. Puanas banget euy, jauh beda ma cuaca di malem harinya, edun yeuh mah. Seselesai broder pada mandi dolo, akhirnya kita turun ke bawah, bu bye Bromo .. Next year, insyallah we’ll see ya again

The Team :

Arif ‘Inside’ : Ais Bobby Huey : Bobby Huey Simbok Vera : Simbok

Della ‘Yayuk Amoy’ : Yayuk Bowo ‘Kribo’ : Kang Bowo Fajri ‘Mukidi’ : Kang Fajri

Okik : Okik Helmi : Helmi

Oleh-oleh Hunting :
Fotogrfer : lhypsync, mukidi

See all Foto in :
My Web Gallery
Fotografer.or.id

 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

01 Oct

Sebulan penuh puasa ramadhan kita jalankan ..

Sebulan penuh kita belajar untuk menahan hawa nafsu ..

Esok hari, kita kembali fitri.. saling memaafkan kesalahan dan kekhilafan kita ..

Huhuhu, jujur begitu banyak pengalaman selama bulan ramadhan kulalui pertamakali di Jakarta ini. First experience always give a lot thing new..

Akhir kata, selamat hari raya Idul Fitri 1429 Hijriyah.. Lhypsync mohon maaf lahir bathin ..
 

Image of Ied

 
 

Switch to our mobile site